
Paket Berbuka untuk Mereka yang Istiqamah dalam Ibadah
Padang, 25 Maret 2025 — Dalam semarak bulan suci Ramadan, senyum hangat para jamaah mewarnai suasana Masjid Nurul Falah, Masjid Al-Firdaus Shautul Bilad, dan Masjid Djamiatul Wustha. Di tiga masjid yang tersebar di kawasan Tabek Batu, Aie Pacah, Lubuk Minturun, dan Koto Tangah itu, puluhan jamaah menerima bingkisan berbuka puasa yang disalurkan oleh LAZ Risalah Charity bekerja sama dengan Ikatan Alumni Perguruan Islam Ar Risalah (INARAH).
Program ini menyasar jamaah yang istiqamah melaksanakan shalat berjamaah selama 40 hari tanpa putus—a’mal yang tidak mudah dilakukan, apalagi oleh para lansia yang tetap semangat menjemput keberkahan Ramadan di rumah-rumah Allah.
Tangan-tangan renta yang menerima paket berbuka itu menggenggam erat, seolah menyimpan rasa syukur yang dalam. Beberapa dari mereka terlihat menahan haru, sementara yang lain membalas dengan doa tulus. Di tengah keterbatasan, kebaikan sederhana seperti ini terasa begitu besar artinya.
Ustadz Zulfauzan, Manager Program LAZ Risalah Charity, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kolaborasi dan kepedulian kepada mereka yang secara diam-diam menjadi teladan dalam keteguhan ibadah.
“Di balik nama-nama besar dan agenda besar Ramadan, ada para jamaah yang saban hari datang ke masjid tanpa disorot. Mereka tidak meminta penghargaan, tapi layak untuk dihargai. Program ini ingin menyentuh hati mereka dan mengatakan bahwa kebaikan mereka tidak luput dari perhatian,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi bersama INARAH menjadi bukti bahwa alumni tidak hanya kembali dalam bentuk nostalgia, tetapi juga kontribusi nyata untuk umat.
“Alumni Ar Risalah yang tergabung dalam INARAH memiliki semangat luar biasa untuk berbagi. Mereka ingin berbagi keberkahan dengan cara yang berakar dari nilai-nilai yang dulu mereka pelajari di bangku sekolah,” ujar Ustadz Zulfauzan.
Tak hanya di kota, para relawan juga menyusuri masjid-masjid di pelosok, menyapa para jamaah yang selama ini setia menjaga semangat ibadah di tengah keterbatasan. Paket berbuka mungkin sederhana, tetapi di baliknya tersimpan doa, cinta, dan penghormatan kepada mereka yang memilih dekat dengan Allah di tengah hiruk-pikuk dunia.
Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi soal menghidupkan kepedulian. Di tengah kesibukan dan rutinitas, selalu ada ruang untuk berbagi—dan dalam setiap berbagi, tersimpan pintu-pintu keberkahan yang terbuka luas.









